Retinoblastoma adalah keganasan pada mata yang berasal dari retina, biasanya terjadi pada anak di bawah usia 4 - 5 tahun. Retinoblastoma merupakan tumor ganas pada mata yang paling banyak dijumpai pada masa anak-anak.

Penyebab dari retinoblastoma adalah mutasi gen RB1 yang memiliki fungsi sebagai suppressor pembentukan tumor. Mutasi dari materi genetic ini menyebabkan sel - sel retina muda terus membelah dan tumbuh tanpa terkontrol sehingga menjadi sel-sel kanker.

Gejala klinis yang paling utama adalah mata kucing. Mata kucing ( dalam bahasa medis disebut sebagai leukokoria) adalah keadaan dimana tampak bintik putih pada bagian hitam dari mata ketika terkena cahaya.

Retinoblastoma dapat dideteksi secara dini dengan alat oftalmoskop yang digunakan oleh dokter. Bila positif, maka akan dapat terlihat pantulan warna merah pada mata anak. Pada retinoblastoma, akan terlihat bercak tumor berwarna putih kekuningan yang terlihat pada retina, pada permukaannya terdapat pertumbuhan pembuluh darah dan dapat terjadi perdarahan.

Skrinning Retinoblasstoma merupakan salah satu kegiatan dari Program Kesehatan Indra di Puskesmas Tanjungpinang. Skrinning Retinoblastoma dilakukan di TK, Paud dan Posyandu Balita yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Tanjungpinang.

Rutin cek mata sejak lahir sangat penting agar jika terkena retinoblastoma bisa diketahui lebih awal. Semakin cepat retinoblastoma terdeteksi, semakin cepat pemberian terapi dapat memberikan hasil yang lebih baik.